IMPLEMENTASI PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PEMASARAN KELAS X DI SMK NEGERI 1 SLAWI
| Penulis | : RIZKIYYAH NURRIZA 'BANAH |
| NIM | : 2103000108 |
| Dosen Pembimbing | : Abdul Wakhid, SE.,M. Pd. |
| Tanggal Upload | : 10 February 2026 |
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan pengaruh Problem based learning
(PBL) terhadap berpikir kritis siswa siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
pentingnya Guru pemasaran kelas X sudah menggunakan model PBL dapat dilihat dalam Silabus
dan Modul ajar, Tapi pada proses pembelajaran masih juga ada campuran pembelajaran berupa
ceramah dengan variasi pemberian tugas umum. Pembelajaran pemasaran masih berpusat kepada
pendidik (guru) yang menyebabkan siswa cenderung kurang aktif pada proses pengajaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif desain quasi-eksperimental..
Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X jurusan pemasaran di SMK N 1 Slawi, dengan
jumlah sampel sebanyak 72 responden yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa
soal Pre dan Post test 10 soal yang sama dan angket skala Likert yang terdiri dari 10 butir
pernyataan untuk variabel PBL (X) dan 10 butir pernyataan untuk variabel Berpikir Kritis (Y).
Data dianalisis menggunakan bantuan program SPSS melalui uji normalitas, uji regresi sederhana
yaitu uji T dan uji R dan uji Paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pembelajaran menggunakan PBL sangat berpengaruh terhadap peningkatan Berpikir kritis siswa.
Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, memperoleh nilai signifikan
sebesar 0,144 nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikasi 0,05. Hal ini membuktikan bahwa
terdapat hubungan positif dan signifikan antara PBL dengan berpikir kritis siswa, artinya jika
variabel x diterapkan 1% maka keningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 0,960. Temuan
penelitian ini mengindikasikan bahwa PBL sanagat berpengaruh terhadap berpikir kritis siswa.
(PBL) terhadap berpikir kritis siswa siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
pentingnya Guru pemasaran kelas X sudah menggunakan model PBL dapat dilihat dalam Silabus
dan Modul ajar, Tapi pada proses pembelajaran masih juga ada campuran pembelajaran berupa
ceramah dengan variasi pemberian tugas umum. Pembelajaran pemasaran masih berpusat kepada
pendidik (guru) yang menyebabkan siswa cenderung kurang aktif pada proses pengajaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif desain quasi-eksperimental..
Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X jurusan pemasaran di SMK N 1 Slawi, dengan
jumlah sampel sebanyak 72 responden yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa
soal Pre dan Post test 10 soal yang sama dan angket skala Likert yang terdiri dari 10 butir
pernyataan untuk variabel PBL (X) dan 10 butir pernyataan untuk variabel Berpikir Kritis (Y).
Data dianalisis menggunakan bantuan program SPSS melalui uji normalitas, uji regresi sederhana
yaitu uji T dan uji R dan uji Paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pembelajaran menggunakan PBL sangat berpengaruh terhadap peningkatan Berpikir kritis siswa.
Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, memperoleh nilai signifikan
sebesar 0,144 nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikasi 0,05. Hal ini membuktikan bahwa
terdapat hubungan positif dan signifikan antara PBL dengan berpikir kritis siswa, artinya jika
variabel x diterapkan 1% maka keningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 0,960. Temuan
penelitian ini mengindikasikan bahwa PBL sanagat berpengaruh terhadap berpikir kritis siswa.
Cover Skripsi
File Dokumen