ANALISIS TENAGA KERJA, MODAL, DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA MELALUI HOME INDUSTRY TAHU DI DESA PEKIRINGAN KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL
| Penulis | : Siti Windi Saputri |
| NIM | : 2103000130 |
| Dosen Pembimbing | : Mohamad Furqon, M. Pd.I. |
| Tanggal Upload | : 09 February 2026 |
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja, modal, dan
tingkat pendidikan terhadap pendapatan pelaku home industry tahu di Desa
Pekiringan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian diambil dengan
teknik sampel jenuh, yaitu seluruh pelaku usaha tahu yang berjumlah 20 responden.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung pada bulan Agustus
2025. Variabel yang diteliti meliputi tenaga kerja (X?), modal (X?), tingkat
pendidikan (X?), dan pendapatan (Y). Analisis data dilakukan melalui uji asumsi
klasik, regresi linear berganda, uji F, uji t, serta koefisien determinasi (R²)
menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi
yang diperoleh adalah Y = –6.815.152,78 + 1.790.246,662 X? – 0,031 X? + 0,008
X?. Berdasarkan uji F, ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap pendapatan dengan nilai F hitung 30,404 > F tabel 19 dan Sig.
0,001 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,823 yang berarti 82,3%
variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan
sisanya 17,7% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, variabel
tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (t hitung 2,187 > t tabel
2,101; Sig. 0,001), sedangkan variabel modal (Sig. 0,635) dan tingkat pendidikan
(Sig. 0,514) tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan
bahwa faktor tenaga kerja merupakan determinan utama peningkatan pendapatan
pelaku usaha tahu. Sementara itu, modal dan tingkat pendidikan meskipun memiliki
pengaruh, tidak signifikan secara parsial. Penelitian ini merekomendasikan
pengelolaan tenaga kerja yang lebih efektif dan peningkatan kapasitas produksi
untuk meningkatkan pendapatan usaha.
tingkat pendidikan terhadap pendapatan pelaku home industry tahu di Desa
Pekiringan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian diambil dengan
teknik sampel jenuh, yaitu seluruh pelaku usaha tahu yang berjumlah 20 responden.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung pada bulan Agustus
2025. Variabel yang diteliti meliputi tenaga kerja (X?), modal (X?), tingkat
pendidikan (X?), dan pendapatan (Y). Analisis data dilakukan melalui uji asumsi
klasik, regresi linear berganda, uji F, uji t, serta koefisien determinasi (R²)
menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi
yang diperoleh adalah Y = –6.815.152,78 + 1.790.246,662 X? – 0,031 X? + 0,008
X?. Berdasarkan uji F, ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap pendapatan dengan nilai F hitung 30,404 > F tabel 19 dan Sig.
0,001 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,823 yang berarti 82,3%
variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan
sisanya 17,7% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, variabel
tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (t hitung 2,187 > t tabel
2,101; Sig. 0,001), sedangkan variabel modal (Sig. 0,635) dan tingkat pendidikan
(Sig. 0,514) tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan
bahwa faktor tenaga kerja merupakan determinan utama peningkatan pendapatan
pelaku usaha tahu. Sementara itu, modal dan tingkat pendidikan meskipun memiliki
pengaruh, tidak signifikan secara parsial. Penelitian ini merekomendasikan
pengelolaan tenaga kerja yang lebih efektif dan peningkatan kapasitas produksi
untuk meningkatkan pendapatan usaha.
Cover Skripsi
File Dokumen